//

Juventus Sangat Layak Jadi Juara Champions 2016-2017

Juventus Sangat Layak Jadi Juara Champions 2016-2017

Juventus Sangat Layak Jadi Juara Champions 2016-2017

Pada LIGA Champions 2016-2017 akan memainkan babak 16 besar mulai 14 Februari 2017. Sebanyak 16 tim yang berada di fase tersebut akan tampil habis-habisan untuk membawa pulang trofi si Kuping Besar.

Ambisi itu juga yang ditunjukkan oleh Juventus. Bianconeri –julukan Juventus– bertekad menghapus dahaga akan trofi Liga Champions yang terakhir kali mereka dapat raih pada musim 1995-1996. Hal itu berarti sudah hampir 21 tahun Juventus gagal membawa pulang trofi Liga Champions itu ke Kota Turin.

Untuk merealisasikan hal tersebut, Juventus belanja besar-besaran pada bursa transfer musim panas 2016. Tidak tanggung-tanggung untuk mendapatkan enam pemain, Juventus telah mengeluarkan 138 juta pounds atau sekira Rp2,3 triliun! Sekadar informasi, besaran itu merupakan harga yang tertinggi dalam sejarah transfer Juventus.

Melihat besarnya ambisi yang sudah ditunjukkan, Juventus layak diapungkan untuk menjadi kampiun di akhir kompetisi. Berikut ini lima alasan mengapa Juventus sangat dijagokan akan mengangkat supremasi tertinggi antarklub Eropa tersebut.

1. Pertahanan yang Kuat

Pertahanan yang kokoh jadi salah satu alasan Juventus berjaya di Liga Italia dalam lima musim terakhir. Kombinasi Leonardo Bonucci, Andrea Barzagli, Giorgio Chiellini membuat pertahanan Juventus sulit ditembus.

Terlebih di bawah mistar gawang Juventus masih ada sosok Gianluigi Buffon yang kehebatannya tidak habis dimakan olehzaman. Kombinasi trio BBC plus Buffon sudah tersaji di Fase Grup H Liga Champions 2016-2017.

Dari enam pertandingan grup, gawang Juventus hanya kemasukan 2 gol. Catatan tersebut merupakan yang terendah bersama dengan Atletico Madrid yang juga dikenal memiliki pertahanan kuat.

2. Lawan cukup Mudah di 16 Besar

Juventus akan menghadapi FC Porto di 16 besar Liga Champions. Dengan melihat kekuatan yang dimiliki Juventus saat ini plus inkonsistensi dariPorto, tak ada alasan Paulo Dybala dan kawan-kawan terhenti di fase ini.

Porto bisa juga dibilang sebagai lawan mudah jika ukurannya klub yang dihadapi tim-tim unggulan lain di 16 besar Liga Champions. Dibandingkan dengan Barcelona yang harus berhadapan dengan Paris Saint-Germain (PSG) serta Bayern Munich yang akan ditantang Arsenal.

3. Miliki Skuad yang Lebih Kompetitif

Juventus sanggup menjadi juara Liga Italia lima musim secara beruntun (2011-2015). Namun, gelar juara di kancah domestik tidak berbanding lurus dengan pencapaian di kompetisi Eropa. karena, dalam kurun waktu yang sama, prestasi terbaik Juventus di Liga Champions hanya finis pada posisi runner-up pada musim 2014-2015. Bahkan pada musim 2013-2014, Juventus harus terhenti di fase grup.

Karena itu untuk meraih hasil maksimal di Liga Champions musim ini, Juventus bergerak aktif di pasar transfer 2016. Juventus mendatangkan sebanyak enam pemain sekaligus, sebut saja Gonzalo Higuain, Miralem Pjanic, Marko Pjaca, Dani Alves, Juan Cuadrado dan Medhi Benatia. Demi mendatangkan pemain-pemain tersebut Juventus mengeluarkan total 138 juta pounds atau sekira Rp2,3 triliun.

Dengan pembenahan skuad, Juventus meraih hasil cukup positif musim ini. Hingga memainkan 18 pertandingan di Liga Italia, Juventus berada di puncak klasemen dengan mengkoleksi 45 angka, unggul empat poin dari AS Roma di posisi dua. Jarak poin mungkin bisa lebih jauh, mengingat Juventus memiliki tabungan satu pertandingan.

4. Kado Terakhir untuk Massimiliano Allegri

Musim 2016-2017 disebut-sebut juga sebagai musim pamungkas Allegri bersama Juventus. Meski kontraknya baru berakhir pada 30 Juni 2018, Allegri dikabarkan akan angkat kaki pada musim panas mendatang dan Arsenal digadang-gadang akan menjadi pelabuhan selanjutnya bagi sang allenatore berusia 49 tahun tersebut.

Oleh karena itu di musim terakhirnya, Allegri tentu ingin memberikan yang terbaik bagi Juventus dengan memberikan trofi Liga Champions. Pengalaman dalam menangani AC Milan serta dua setengah tahun melatih Juventus bisa dijadikan modalnya untuk membawa Gonzalo Higuain berjaya.

5. Keinginan untuk Menghapus Dahaga Trofi Liga Champions

Juventus yang terakhir kali mengangkat trofi Liga Champions pada musim 1995-1996 usai mengalahkan Ajax Amsterdam melalui adu penalti. Setelah final tersebut, Juventus sejatinya juga sempat empat kali menembus partai puncak, pada 1996-1997, 1997-1998, 2002-2003 dan 2014-2015.

Dan hasilnya? Tidak ada trofi yang diraih! Karena itu, mengingat sudah lebih dari dua dekade tak mengangkat trofi si Kuping Besar, musim 2016-2017 bisa dijadikan momentum kebangkitan untuk menghapus dahaga gelar kompetisi terakbar antarklub Eropa.

Tags: #Allegri #Dani Alves #Gonzalo Higuain #Juan Cuadrado #Juventus #Liga Champions #Marko Pjaca #Medhi Benatia #Miralem Pjanic

author
Author: 
Inter Hampir Gagal Menang, Spalletti Tetap Puji Performa Pemain
Inter Hampir Gagal Menang, Spalletti Tetap Puji Performa Pemain
Inter Milan berhasil memuncaki klasemen Liga Italia
Hasil Serie A, Inter Milan Geser Napoli di Puncak Klasemen
Hasil Serie A, Inter Milan Geser Napoli di Puncak Klasemen
Inter Milan untuk sementara naik ke puncak
Berlusconi Khawatir dengan Kondisi Keuangan AC Milan
Berlusconi Khawatir dengan Kondisi Keuangan AC Milan
Silvio Berlusconi memang sudah tidak menjabat sebagai
Bonucci Siap Serahkan Ban Kapten AC Milan kepada Pemain Lain
Bonucci Siap Serahkan Ban Kapten AC Milan kepada Pemain Lain
Bek AC Milan, Leonardo Bonucci, mendapatkan kartu
Must read×

Top